Suatu hari, ada perempuan keturunan Bali yang bernama Ni Kadek Yuliani. Ni Kadek Yuliani adalah seorang pembantu milik Bahlul Jahiliyyah. Oleh sang majikan, Yuliani dinikahkan dengan seorang pria yang berasal dari Amerika Serikat. Orang tersebut bernama Jhon Mathew. Dari pernikahan tersebut Yuliani dikaruniai anak yang diberi nama Shodiq Al Hambali.
Dari sang anak (Hambali) tersebut, pasangan Jhon dan Yuliani memeluk Islam. Keislaman Yuliani dan keluarga awalnya ditutup – tutupi, namun akhirnya tercium juga oleh Bahlul Jahiliyyah, sang majikan. Saat memeluk Islam, Yuliani dan keluarga mendapat banyak rintangan dan cobaan. Hal ini diperparah lagi dengan status keluarga Yuliani yang bukan dari kalangan bangsawan.
Akibatnya, perlakuan yang diterima Yuliani dan keluarganya sangat kejam dan melewati batas kemanusiaan.
Setiap hari Yuliani dan keluarga digelandang sang majikan dan orang kafir penyembah roh ke tengah lapangan tandus yang sangat panas untuk disiksa dan dicambuk. Orang kafir penyembah roh memaksa Yuliani untuk mengimani roh – roh nenek moyang mereka. Akan tetapi, wanita salihah tersebut tetap bertahan dengan keyakinannya.
Sedemikian berat siksaan yang diterima Yuliani. Ada kalanya Yuliani tidak menyadari keadaan yang sedemikian parah. Akan tetapi, Yuliani tetap bertahan dengan keyakinannya terhadap ajaran Islam. Di kala sadar, tidak ada satu pun kalimat yang terlontar dari mulut Yuliani kecuali Laa ilaa haillallaaah. Hal ini semakin menyulut amarah orang kafir penyembah roh yang gagal membalikkan iman Yuliani dan keluarganya.
Hingga suatu masa, orang kafir penyembah roh merasa putus asa dengan kegigihan iman Yuliani dan keluarga. Orang kafir penyembah roh akhirnya memutuskan untuk menghabisi nyawa Yuliani. Seseorang di antara mereka menjadi penembak. Dengan senapan yang canggih, orang tersebut mengeksekusi Yuliani. Nasib sang muslimah tersebut berakhir ketika peluru orang kafir tersebut bersarang di dadanya.
Menjelang wafatnya, tak sedetik pun Yuliani menggadaikan keimanannya. Dengan segala yang dimilikinya, Yuliani mempertahankan keimanannya. Ni Kadek Yuliani menjadi bukti ketabahan hati, kekuatan iman, dan ketangguhan jiwa. Yuliani rela mengorbankan segalanya, termasuk jiwa dan raganya demi iman dan Islamnya.
Sebagai penghormatan atas “keteguhan iman” Yuliani, sesuai janji Allah SWT akan memberikan kenikmatan tiada bandingannya, yaitu “SURGA”.





0 comments:
Post a Comment