KEJUJURAN
Jujur dalam arti sempit adalah sesuainya
ucapan lisan dengan kenyataan. Dan dalam pengertian yang lebih umum adalah sesuainya
lahir dan batin. Maka orang yang jujur bersama Allah I dan bersama manusia adalah yang sesuai
lahir dan batinnya. Karena itulah, orang munafik disebutkan sebagai kebalikan
orang yang jujur, firman Allah I:
لِّيَجْزِيَ
اللهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ
Supaya Allah memberikan balasan
kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang
munafik... (QS. Al-Ahzab:24)
Maka apabila orang-orang yang benar (jujur)
akan ditanya, maka bagaimana pertanyaan dan hisab bagi orang-orang yang
berdusta dan munafik?
Jujur
termasuk akhlak utama yang terbagi menjadi beberapa bagian. Al-Harits
al-Muhasibi rahimahullah berkata: 'Ketahuilah -semoga Allah I memberi rahmat kepadamu- sesungguhnya
jujur dan ikhlas adalah pondasi segala sesuatu. Maka dari sifat jujur,
tercabang beberapa sifat, seperti: sabar, qana'ah, zuhud, dan ridha. Dan
dari sifat ikhlas tercabanglah beberapa sifat, seperti: yakin, khauf
(takut), mahabbah (cinta), ijlal (membesarkan), haya`
(malu), dan ta'dzim (pengagungan). Jujur terdiri dari tiga bagian yang
tidak sempurna kecuali dengannya: 1) Kejujuran hati dengan iman secara benar,
2) Niat yang benar dalam perbuatan, 3) Kata-kata yang benar dalam ucapan.
Dan
tatkala kejujuran mempunyai ikatan kuat dengan iman, maka Rasulullah r memaafkan (memakluminya) terjadinya sifat
yang tidak terpuji dari seorang mukmin, namun beliau menolak bahwa seorang
mukmin terjerumus dalam kebohongan, karena sangat jauhnya hal itu dari seorang
mukmin. Para sahabat pernah bertanya:
يَارَسُوْلَ
اللهِ, أَيَكُوْنُ الْمُؤْمِنُ جَبَّانًا؟ قَالَ: نَعَمْ. فَقِيْلَ لَهُ:
أَيَكُوْنُ الْمُؤْمِنُ بَخِيْلاً؟ قَالَ: نَعَمْ. قِيْلَ لَهُ: أَيَكُوْنُ الْمُؤْمِنُ كَذَّابًا؟ قَالَ: لاَ.
"Ya
Rasulullah, apakah orang beriman ada yang penakut? Beliau menjawab,'Ya.' Maka
ada yang bertanya kepada beliau, 'Apakah orang beriman ada yang bakhil (pelit,
kikir).' Beliau menjawab, 'Ya.' Ada lagi yang bertanya, 'Apakah ada orang
beriman yang pendusta?' Beliau menjawab, 'Tidak.'
Dasar pada lisan adalah memelihara dan menjaga, karena ketergelincirannya
sangat banyak dan kejahatannya tak terhingga. Maka waspada darinya dan
berhati-hati dalam menggunakannya adalah lebih taqwa dan lebih wara`. Maka
apabila engkau menemukan seseorang yang tidak perduli terhadap omongannya dan
banyak bicara, maka ketahuilah sesungguhnya ia berada di atas bahaya besar.
Rasulullah r bersabda:
كَفَى
بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
"Cukuplah
seseorang dipandang berdusta bahwa ia membicarakan semua yang didengarnya."
Karena banyak bicara merupakan tempat
terjerumus dalam kebohongan dengan menceritakan sesuatu yang tidak pernah
terjadi, saat ia tidak mendapatkan pembicaraan, atau dengan mengutip berita seseorang
yang pendusta –sedangkan dia mengetahui-, maka ia termasuk salah seorang
pembohong.
Setiap
akhlak yang baik, bisa diusahakan dengan membiasakannya dan bersungguh-sungguh
menekuninya, serta berusaha mengamalkannya, sehingga pelakunya mencapai
kedudukan yang tinggi, naik dari tingkatan pertama kepada yang lebih tinggi
darinya dengan akhlaknya yang baik. Karena itulah, Rasulullah r bersabda:
عَلَيْكُمْ
بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي
إِلَى الْجَنَّةِ. وَمَا يَزَالُ Demikian pula perkara pembohong yang terjatuh, sehingga ia
dipatri dengan kebohongan.:
الرَّجُلُ
يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا
"Kamu harus
selalu bersifat jujur, maka sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan,
dan sesungguhnya kebaikan membawa ke surga. Dan senantiasa seseorang bersifat
jujur dan menjaqa kejujuran, sehingga ia ditulis di sisi Allah I sebagai orang yang jujur."
وَإِيَّاكُمْ
وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ
إِلَى النَّارِ, وَمَايَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ
عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
"Jauhilah kebohongan, maka
sesungguhnya kebohongan membawa kepada kefasikan, dan sesungguhnya kefasikan
membawa ke neraka. Senantiasa seseorang berbohong, dan mencari-cari kebohongan,
sehingga ia ditulis di sisi Allah I sebagai pembohong."
Berapa banyak orang yang suka membual
menjadi celaka dalam membuat-buat pembicaraan untuk menarik perhatian, dan
dalam membuat cerita untuk membuat orang-orang tertawa. Lalu mereka kembali
dengan perasaan senang dan ia kembali dengan dosa berbohong. Maka ia menjadi
binasa, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
وَيْلٌ لِلَّذِي
يُحَدِّثُ بِاْلحَدِيْثِ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ, فَيَكْذِب, وَيْلٌ لَهُ
وَيْلٌ لَهُ.
"Celaka bagi
orang yang berbicara untuk membuat orang-orang tertawa, lalu ia berbohong,
celakalah baginya, celakalah baginya."
Sesungguhnya dusta yang paling berat dan paling besar dosanya
adalah berbohong kepada Allah I dan Rasul-Nya, ia menyandarkan kepada
agama Allah I yang bukan darinya, dan mengaku dalam syari'at yang dia tidak
mengetahui, membuat nash-nash yang tidak ada dasarnya –ia melakukan hal itu
karena menghendaki kebaikan atau keburukan-, hal itu merupakan dusta yang
sangat jahat terhadap agama Allah I.
إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ
كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ, فَمَنْ كَذبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
"Sesungguhnya berdusta terhadapku
bukan seperti berdusta terhadap orang lain, maka barangsiapa yang berdusta
secara sengaja terhadapku, maka hendaklah ia menyiapkan tempatnya di neraka."
Dan supaya semua hidupmu menjadi benar, dihasyar (digiring pada hari kiamat) bersama
orang-orang jujur, maka jadikanlah tempat masukmu benar dan tempat keluarmu
benar, jadikanlah lisanmu lisan yang benar. Semoga Allah I memberikan rizqi kepadamu langkah yang
benar dan tempat yang benar. Maka jujur adalah ketegasan dan keterusterangan
dan berpaling darinya adalah penyimpangan, dan keadaan orang yang beriman
adalah jujur, dan:
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ
الَّذِينَ لا َيُؤْمِنُونَ بِئَايَاتِ اللهِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
Sesungguhnya
yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada
ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. (QS. An-Nahl :105)





0 comments:
Post a Comment